Home

Monday, January 26, 2026

Tembang Pangkur

 Tembang Pangkur 

Mingkar mingkuring angkara,
akarana karenan mardi siwi,
sinawung resmining kidung,
sinuba sinukarta,
mrih kretarta pakartining ngelmu luhung,
kang tumrap neng tanah Jawa,
agama ageming aji.

Serat Wedhatama.

Tembang pangkur memberikan gambaran bahwa seseorang yang sudah berumur hendaknya bersiap meningalkan hal-hal yang bersifat keduniawian dan dapat lebih mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Pada masa ini seharusnya nafsu dan keinginan duniawi seseorang sudah mulai mengendap, sehingga tidak hanya memikirkan kesenangan saja.

Tembang pangkur memiliki watak gagah, kuat, perkasa dan hati yang besar. Biasanya tembang pangkur digunakan untuk mengungkapkan kisah kepahlawanan, perjuangan dan peperangan.

Aturan guru gatra, guru lagu dan guru wilangan Tembang Pangkur 
yaitu: 8a, 11i, 8u, 7a, 8i, 5a,7i

Artinya:
a. (Guru gatra = 7) Pangkur memiliki 7 larik atau baris kalimat.
b. (Guru wilangan = 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8) Kalimat pertama berjumlah 8 suku kata, dan seterusnya hingga kalimat ke tujuh sesuai urutan memiliki jumlah suku kata tersebut diatas.
c. (Guru lagu = a, i, u, a, u, a, i) Akhir suku kata setiap kalimatnya bervokal a, i, u, a, u, a, i.

No comments:

Post a Comment