Sunday, March 10, 2019

Onderneming Wacht


Onderneming Wacht

Daerah Madiun sejak zaman kolonial Belanda terkenal dengan areal perkebunan tebu yang luas dan banyaknya Pabrik Gula yang dibangun di Madiun karena gula merupakan salah satu basis industri yang menjadi andalan Belanda. Untuk melindungi aset-aset tersebut Belanda merekrut orang-orang lokal dalam suatu pasukan kawal perkebunan yang bernama Onderneming Wacht (OW). Para OW ini dipersenjatai oleh Belanda dalam melakukan patroli  rutinnya. 

Para anggota OW ini terkenal dengan tingkat pendidikan yang rendah, mental pecundang, penakut dan tidak disiplin mengingat mereka orang-orang yang hanya mencari makan saja sehingga OW kerap kali menjadi sasaran empuk dari pejuang untuk merebut senjatanya karena mudah untuk ditaklukkan.

Kisah penyergapan yang dilakukan bersama antara TGP Stootbrig dan SA/CSA di Sukosari timur PG Pagotan Madiun misalnya. Kedua pasukan ini mempunyai kesepakatan jika berhasil menghadang OW maka senjata rampasan dibagi dua. Disusunlah skenario penyergapan pada tanggal 29 April 1949.

Anggota SA/CSA stelling diujung jembatan kiri kanan rel, anggota TGP Stootbrig stelling diujung jembatan. Jam 14.00 sesuai yang sudah direncanakan, lewatlah patroli 5 anggota OW menggunakan 3 lori yang didorong para buruh pabrik gula. Ketika melewati killing ground SA/CSA disergaplah mereka dengan berondongan tembakan. Buruh pabrik yang bertugas mendorong lori panik dan melarikan diri. Lori meluncur sendiri dan menjadi sasaran tembak regu SA/CSA, satu OW didalam lori berhasil meloncat dan kabur membawa senjatanya dan empat OW lainnya berlindung di dalam lori. 

Kecepatan lori berkurang dan mendekati stelling TGP Stootbrig, akhirnya empat OW terpaksa menyerahkan diri setelah digertak untuk angkat tangan. Hasilnya empat senjata berhasil dirampas, satu OW yang selamat menjadi tawanan TGP, tiga OW yang terluka parah kemudian diserahkan ke masyarakat sekitar dan akhirnya dibunuh warga karena kesal dengan ulah OW selama ini. Dampak dari kejadian ini tentara Belanda segera mengadakan pembersihan dan membakar banyak rumah warga disekitar lokasi penyergapan.

(Sumber Referensi Pelajar Pejuang TGP 1945-195, ilustrasi lukisan oleh anggota TGP Wing Wiryawan)
Copas dari Fb. Rifki Sulaksmono

No comments:

Post a Comment